PESERTA YANG TERDAFTAR SAMPAI HARI INI

.

.

CITA-CITAKU

sutradara : Yuli Andari

rumah produksi : Benang Merah Production

Sekolah bagi sebagian orang adalah barang yang mewah. Namun, anak-anak dari sebuah desa di kawasan lingkaran tambang telah bertekad untuk merubah hidup mereka lebih baik. Bertahun-tahun tanpa fasilitas, membuat hidup anak-anak ini tertempa menjai kuat dan pantang menyerah. Keadaan telah berubah setelah areal tambang dibuka, desa yang dulu minim fasilitas kini telah memiliki infrastruktur yang memadai. Apaka tekad anak-anak desa lingkar tambang masih sama seperti orang tua mereka dahulu, yang minim fasilitas?

Film dokumenter ini adalh potret tentang perkembangan pendidikan yang diceritakan oleh dua generasi yaitu guru dan murid.

.

 
.
 

CIKO SI AYAM

sutradara : Christian Adi Wijaya

rumah produksi : Seven Animation Studio

Suatu hari pada malam hari seekor ayam betina sedang menetaskan anakya. Sang ibu mengharapkan anaknya lahir dan mempunyai bulu kuning yang bagus. Tetapi ternyata yang keluar adalah anak ayam berbulu hitam yang jelek. Anak ayam itu bernama Ciko.

Pada suatu pagi, Ciko ingin bermain-main dengan teman-teman sebayanya. Tetapi teman-temannya menolaknya karena ia berbeda, yaitu jelek dan berbulu hitam. Ciko sangat sedih.

Tetapi tiba-tiba salah satu temannya yang menolaknya tadi yaitu Vivi, dia tercebur sungai dan tidak bisa berenang. Akhirnya Ciko menolong Vivi, lalu teman-temannya meminta maaf pada Ciko.

Hikmah dari cerita ini adalah jangan pernah membeda-bedakan hanya karena tidak sama. Tapi bersatulah agar dapat saling tolong-menolong untuk kehidupan yang lebih baik.

.
 
.
 

Mr. Panakawan

sutradara : Endah Loopiati

rumah produksi : RBTV

Petruk, Gareng dan Bagong sedang belajar bersama di ruang keluarga. Bagong tampak tenang dalam belajar. datang Buto Cakil yang mengeluarkan bulu Nakal dan ngorokan, digelitik sambil dihembuskannya mantra pada telinga. Bagong pun tertidur di sofa sambil mendengkur. Gareng dan Petruk tidak merasa terganggu. Buto Cakil yang ingin melihat kekacauan menggelitik telinga gareng sambil mengucapkan mantra pada telinga Gareng, Gareng yang mudah emosi, marah lantas membangunkan Bagong. Gareng berteriak dan Petruk pun kaget. Karena salah paham keduanya lantas beradu mulut dan saling ngambek. melihat pertengkaran kedua saudaranya, Petruk malah jadi bingung dan mengadu kepada Semar. Kemudian Semar melerai keduanya dengan ajimat loncengnya, tampak Buto Cakil sebagai pengganggu Gareng dan Bagong agar bertengkar memegang headphone pada kepala Gareng dan Bagong. Semar menyuruh Petruk untuk melawan Buto Cakli dengan ajian-ajian ilmu pengetahuannya. Buto Cakil dilawan dengan ajian pandai, kalah dan menghilang. Akhirnya keluarga Punakawan kembali rukun, Semar pun bercerita tentang cerita rakyat Aji Saka. Cerita rakyat "Aji Saka" berkisah tentang seorang pangeran dari negeri Hindia yang berkelana untuk menyebarkan ilmu pengetetahuan ke negeri Medang. Dikawal oleh kedua patihnya yaitu Sembadra dan Dora, berlayar hingga tiba di suatu tempat bernama Majeti, di daerah itu pula Aji Saka meninggalkan patih Sembada dan Dora untuk menjaga pusaka milik Aji Saka. Aji Saka segera melanjutkan perjalanan seorang diri hingga ke negara Medang yang dipimpin oleh raja Raksasa Dewoto Cengkar. Raja ini gemar sekali memakan daging manusia hingga banyak rakyat yang telah mati dihabisinya. Aji Saka yang mengetahui hal itu segeralah memberanikan diri untuk memberikan pelajaran pada raja. Bertarunglah keduanya dengan kesaktiannya yang pada akhirnya raja dapat kalah dan berubah menjadi buaya putih. Aji Saka pun diangkat jadi raja. Dibalik berita bahagia ternyata ada cerita menyedihkan terjadi, kedua patihnya bertarung demi mempertahankan pendapatnya masing-masing hingga tewas, kemudian oleh Aji Saka dibuatlah prasasti untuk mengenang kedua patih kesayangannya. Selesai bercerita Semar mengajak anak-anaknya untuk bernyanyi bersama lagu dolanan anak berjudul menthok-menthok.

   
 
 

BERKAH SEMUT MERAH

sutradara : Rina Kusumastuti

rumah produksi : SMK N 2 SEWON

Suhardiyanto dan Mawan adalah warga desa Kajor Kulon, Selopamioro Imogiri Bantul, yang berprofesi sebagai pencari "kroto" atau telur semut merah, yang diambil dari sarangnya dan digunakan sebagai makanan burung. Meski profesi ini tidak menjanjikan bagi kehidupan ekonomi keluarganya namun mereka tetap bertahan demi masa depan yang diharapkannya. Dengan penghasilan yang tidak menentu, dikarenakan banyaknya persaingan sesama pencari kroto, faktor musim dan semakin berkurangnya lahan karena dampak dari penebangan pohon, akankah mereka dapat mengharapkan kehidupannya pada pekerjaan yang mengandalkan telur semut merah tersebut.

   
 
 

Menjemput Ilmu Dalam Sarang Peluru

sutradara : Novin Farid S

rumah produksi : Universitas Muhammdiyah Malang

Sebuah film dokumenter inspiratif dan edukatif tentang
pendidikan dan perjuangan anak-anak korban konflik Aceh,
di Nisam Antara, Pedalaman Aceh Utara. Anak-anak ini
mendapatkan takdir tidak mempunyai ayah atau ibu akibat
konlfik GAM dan RI. Walaupun dengan trauma yang mendalam
dan keterbatasan akses dan ekonomi, mereka masih punya
cita-cita dan cinta kepada Negara Indonesia. Film yang
didedikasikan untuk wajah pendidikan Indonesia.
   
 
 

Layar Kacau

sutradara : Novin Farid S

rumah produksi : Universitas Muhammadiyah Malang

Film yang berkisah tentang sebuah keluarga desa yang hidup bahagia di tengah ladang yang kuat. Hingga tanpa diduga sebuah televisi(kotak ajaib) datang diantara mereka dan mengacaukan semuanya. Sebuah film edukatif yang memberikan literasi tentang pengaruh buruk televisi pada keluarga dan anak-anak.

   
 
 

Dari Menulis Mencintai Bali

sutradara : Gde Putu Arya Oka

rumah produksi : Universitas UNDIKSHA

Menulis adalah salah satu keterampilan dalam belajar bahasa Bali disamping membaca, mendengar, dan berbicara. Menulis Bali, baik aksara Suara dan aksara Wianjana tidaklah mudah. Tidak mudah karena jenis huruf Bali adalah jenis huruf non-serif yang memerlukan kepekaan dalam membedakan masing-masing karakter yang ada pada huruf tersebut.
Bagaimana teknik gerakan tangan yang menunjukkan dari mana harus mulai menulis huruf Bali adalah hal yang seyogyanya dipahami oleh siswi-siswi SD. Selama ini demonstrasi menulis Bali disampaikan guru dengan menulis di papan ruang kelas. Dengan program video ini, mencoba menampilkan cara-cara menulis aksara Bali serta melafalkannya bagi siswa-siswi sekolah dasar (SD) yang fleksibel dikemas dalam CD dan diputar pada VCD Player sehingga dapat disaksikan di rumah atau di mana saja, asal ada VCD Player dan Televisi. Disamping itu media ini dapat dimainkan pada komputer.

   
 
   
 

Ciri-ciri dan Kebutuhan Makhluk Hidup

sutradara : I Wayan Gede Artawa

rumah produksi : Studio Mini SMK PGRI Amlapura

Video ini menggambarkan tentang ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup. Ciri-ciri makhluk hidup ditunjukkan dari aktivitas sehari-harinya yaitu membutuhkan makanan, berkembang biak, bernafas, bergerak, tumbuh dari kecil menjadi besar, peka terhadap rangsangan dan mengeluarkan zat sisa. Untuk dapat bertahan hidup makhluk hidup membutuhkan makanan, air, tempat tinggal, udara dan sinar matahari.

 

   
 
 

GEURA-GEURA SAHUR

sutradara : Mirza Fahmi

rumah produksi : Parahyangan Cinematheque


"Geura-geura Sahur" adalah episode perdana Melintas, sebuah program video fetures yang diproduksi oleh Parahyangan Cinematheque. Pada episode perdana ini melintas kisah tentang sekelompok pemuda di kelurahan Cisitu, Bandung; yang memiliki kegiatan rutin membangunkan warga mereka untuk bangun sahur. uniknya, kegiatan ini dilakukan tidak denga cara yang biasa (yang terkadang lebih mengganggu daripada membantu) tetapi dengan menampilkan bakat dan talenta musikalitas mereka yang cukup baik

   
 
 

Cintaku di Jogja oh Jogja

sutradara : Ananto Prasetyo

rumah produksi : Studio Gambar Gerak

Film dengan setting Yogyakarta dalam kondisi duka bencana merapi dan isu RUUK DIY. Adalah SMA PATRIOT YOGYAKARTA (nama fiktif) yang selalu menanamkan kepada siswanya untuk tidak sekedar menimba ilmu di bangku sekolah tapi juga bisa berguna bagi masyarakat luas. SMA Patriot Yogyakarta adalah sebuah tawaran atas sebuah konsep sekolah yang digarap dari pakaian dan karakter siswanya untuk mencintai budaya, lingkungan dan peka terhadap dinamika sosial masyarakat dengan dibumbui percintaan yang tidak lepas dari dunia remaja itu sendiri. Siswa laki-laki diwajibkan memakai seragam putih abu-abu yang ditambahi sorjan dan blangkon. Sementara khusus guru bahasa jawa memakai pakaian jawa lengkap.

Cerita diawali dimana didapati salah seorang siswa bernama Dono yang telah melakukan tindakan yang tidak mencerminkan citra pelajar Yogyakarta khususnya, citra pelajar Indonesia pada umumnya. Dono tidak rajin sekolah tapi rajin membolos. Namun karena kesolidan OSIS dan kepedulian dari para pengajar baik dari Kepala Sekolah sampai Guru Kelas Dono berhasil disadarkan dan kembali aktif belajar.

Yogyakarta adalah kota pelajar, kota budaya sekaligus salah satu kota yang menyandang predikat istimewa. Tidak bisa dipungkiri berbagai budaya berbaur di kota ini, demikian juga di SMA Patriot Yogyakarta ketika si kembar, Rizal dan Cindy siswa baru pindahan dari Jakarta yang enggan sekolah di daerah karena dianggap teknologi di daerah jauh tertinggal dibanding di ibukota. Cindy mengalami masalah dengan muatan lokal yaitu pelajaran bahasa daerah yang sekaligus menemukan sosok Seto bintang sekolah yang karismatik. Cindy harus bersaing dengan Nurul sang ketua OSIS dan Ajeng gadis lemah lembut yang pandai menari untuk merebut perhatian Seto. Sementara Rizal yang sedikit jengah dengan pakaian sorjan dan blangkon menemukan sosok Nurul yang cerdas namun sederhana. Intrik percintaan membaluti aktivitas pengurus OSIS dalam melakukan ekspansi kegiatan yaitu melakukan kegiatan keluar sekolah berupa home visit, melakukan pendampingan dan pelatihan keterampilan yang digawangi oleh Ajeng. Sementara Seto menangani program eksternal berupa menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat. Sedangkan Rizal mengajukan program untuk mengedukasi masyarakat bagaimana arif dalam berpolitik.

Akhirnya Seto mendapatkan cinta Ajeng, Rizal dengan semangatnya mendapatkan harapan atas cinta Nurul.